Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat, Puskesmas Ngawi Gelar Refreshment Training BHD dan Simulasi Code Blue

Estimated read time 2 min read

NGAWI – Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan, Puskesmas Ngawi menyelenggarakan kegiatan Refreshment Training Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Simulasi Code Blue pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Puskesmas Ngawi ini diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati, baik tenaga medis maupun non-medis.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali seluruh staf agar memiliki pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam melakukan tindakan BHD. Hal ini sangat krusial guna menyelamatkan pasien yang mengalami kondisi kritis seperti henti jantung dan henti napas di lingkungan puskesmas.

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Puskesmas Ngawi, dr. Nina Wahyuning Sasi. Dalam arahannya, dr. Nina menekankan bahwa kemampuan BHD adalah keahlian wajib yang harus dikuasai oleh setiap personel puskesmas tanpa terkecuali.

“Kemampuan merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat adalah kunci keselamatan pasien. Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh karyawan semakin sigap dalam menjalankan prosedur keselamatan,” ujar dr. Nina Wahyuning Sasi.

Memasuki sesi inti, dr. Faradina memaparkan materi komprehensif mengenai teknik BHD sesuai standar terbaru. Usai pemaparan materi, Tim Code Blue Puskesmas Ngawi langsung memperagakan simulasi penanganan pasien darurat serta praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Tidak hanya menyaksikan, seluruh peserta juga diwajibkan melakukan praktik RJP secara bergantian di bawah pengawasan tim instruktur. Dengan adanya simulasi ini, diharapkan koordinasi tim saat terjadi aktivasi Code Blue dapat berjalan lebih sinkron dan efektif demi meningkatkan angka harapan hidup pasien dalam kondisi gawat darurat.